Jumat, 30 Januari 2015

Adipati Dolken Kuruskan Badan demi Jenderal Soedirman


 
Adipati Dolken hadir dalam jumpa pers dan syukuran produksi film Jenderal Soedirman di Balai Sudirman, Jalan Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Untuk menghidupkan karakter pahlawan nasional Panglima Besar Jenderal Soedirman dalam film berjudul Jenderal Soedirman, artis peran Adipati Dolken dituntut untuk menurunkan berat badannya 10 kilogram.

"Ini lagi proses (menurunkan berat badan). Awalnya 66 kilogram, sekarang jadi 59 kilogram. Saya masih targetin turun tiga kilogram lagi," kata Adipati dalam wawancara usai jumpa pers dan syukuran produksi film Jenderal Soedirman di Balai Sudirman, Jalan Dr Saharjo, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2015).

Kata Adipati lagi, bukan perkara mudah untuk mencapai target tersebut. Ia harus menjalani diet dan membalik kebiasaan pola tidurnya. Namun, ia terbantu dengan latihan fisik ala militer yang juga harus dijalaninya terkait film dengan latar waktu Agresi Militer Belanda II.

"Latihan fisik yang paling berat adalah latihan mental. Dijemur di atas matahari selama lima jam, enggak boleh ngantuk, dicemplungin di kali, salah sedikit push up," cerita Adipati.

Film Jenderal Soedirman mengangkat kisah perjuangan Jenderal Soedirman beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya melawan Belanda secara gerilya selama tujuh bulan. Awalnya, Soedirman dan pasukannya dibuntuti oleh pasukan Belanda, tetapi mereka berhasil kabur dan mendirikan markas sementara di Solo, dekat Gunung Lawu.

Selama bergerilya, dengan perintah siasat nomor satu, Jenderal Soedirman mampu memimpin kegiatan militer di Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang diusulkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Jenderal Soedirman menjadikan Jawa medan perang gerilya yang luas dan membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

Selain dibintangi oleh Adipati, film yang diproduseri oleh Handi Ilfat dan Sekar Ayu Asmara serta disutradarai oleh Viva Westi itu dimainkan pula oleh sejumlah artis peran lainnya, yakni Ibnu Jamil, Mathias Muchus, Nugie, dan Lukman Sardi. Diagendakan, film Jenderal Soedirman akan dirilis pada Agustus 2015 sebagai kado 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
sumber : http://entertainment.kompas.com/read/2015/01/20/154034510/Adipati.Dolken.Kuruskan.Badan.demi.Jenderal.Soedirman

”Nada untuk Asa” Film untuk Mereka yang Berani Hidup

Film untuk Mereka yang Berani Hidup

”Nada untuk Asa”



Stigmatisasi merupakan penderitaan utama bagi mereka yang positif terkena ”human immunodeficiency virus” (HIV). Selain dicap buruk, orang dengan HIV juga sering dikucilkan karena orang-orang di sekitar mereka takut tertular. Dengan gaya berbeda, sutradara Charles Gozali mencoba menyampaikan kisah itu ke dalam gambar.

Ini bukan kisah cengeng tentang pengidap HIV, virus mematikan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh manusia. Sebaliknya, Charles justru ingin mengangkat keberanian orang-orang dengan HIV untuk menjalani hidup alih-alih memikirkan kematian.
Film berbalut percintaan ini dikemas Charles dengan alur cerita drama, namun tetap mampu menyampaikan pesan kemanusiaan dengan gamblang tanpa menggurui. Nada (Marsha Timothy) adalah seorang anak mantan hakim agung yang berpuluh tahun mengalami pengucilan oleh keluarganya sendiri karena terkena HIV.
Awalnya, kehidupan begitu sempurna bagi Nada. Ia memiliki tiga anak dari suaminya, Bobby (Donny Damara), yang punya karier mapan. Tragedi muncul ketika Bobby meninggal dan Nada menemukan fakta bahwa suaminya itu meninggal bukan karena kanker.
Bobby meninggal karena terinfeksi HIV sampai tahap mengalami kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh atau dikenal sebagai acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Nada tentu saja tertular oleh Bobby, demikian juga Asa, bayi yang baru beberapa bulan dilahirkan Nada.
Dengan teknik paralel, Charles membeberkan kisah yang dialami Nada dan Asa setelah dewasa (Acha Septriasa). Secara bergantian, plot adegan bergantian antara perjalanan hidup yang dialami Nada setelah dikucilkan keluarganya dan jalan hidup Asa sebagai remaja positif HIV.
Sejak awal film, plot ganda ini sudah disejajarkan. Benang merahnya adalah nama Asa dan latar belakang zaman yang berbeda, meski yang terakhir ini tidak terlalu tampak. Charles hanya meletakkan beberapa benda interior di rumah dari masa 1980-an dengan gaya berpakaian masa itu yang sebenarnya juga masih menjadi inspirasi mode zaman sekarang.
Bergantian, Charles menggambarkan bagaimana Nada yang berupaya mencari dukungan keluarganya setelah ia tahu terkena HIV. Namun, Nada yang terpukul malah dikucilkan kakaknya (Inong Nidya Ayu) dan ayahnya (Mathias Muchus). Kedua anak Nada diambil kakaknya, sedangkan Nada hanya boleh mengasuh Asa karena sama-sama memiliki HIV.
Charles merangkai satu per satu potongan puzzle kehidupan Nada. Dari potongan itu, penonton diajak menelusuri dari mana datangnya keberanian Asa sehingga ia mampu melewatkan masa remaja dan dewasanya dengan sikap selalu optimistis.
Asa yang bercita-cita menjadi ahli membuat kue tidak putus asa ketika kue-kue yang dibuatnya tidak laku dijual karena para pembeli takut tertular. Asa juga tidak takut mengakui dirinya positif HIV kepada orang-orang yang baru dikenalnya, termasuk Wisnu (Darius Sinathrya), pemuda yang jatuh hati kepadanya.
Optimistis Asa selalu optimistis meski perlakuan masyarakat terhadap orang seperti dirinya buruk. Bersama komunitas Positif, berisi orang-orang dengan HIV dan para relawan, Asa gencar mengampanyekan kepedulian terhadap sahabat yang positif HIV.
Pertentangan muncul ketika Asa kemudian benar-benar jatuh cinta kepada Wisnu. Ia takut Wisnu hanya memberikan harapan karena suatu saat Wisnu pasti akan tertular. HIV menular melalui hubungan seksual dan pertukaran darah.
Untuk mengetuk hati penonton, Charles tidak hanya merangkai cerita dengan indah, namun juga mengajak musisi Pongki Barata untuk menggubah lagu latar film ini. Pongki mengatakan, salah satu lagu yang ia andalkan adalah ”Aku Milikmu Malam Ini”. Lagu yang pernah dipopulerkan Iwan Fals itu kini dinyanyikan Acha. ”Penyanyinya harus perempuan karena ini berkisah tentang perempuan,” ujar Pongki saat hadir dalam acara pemutaran perdana Nada untuk Asa.
Sebelumnya, kisah Nada untuk Asa ini pernah dipentaskan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, September tahun lalu. Pentas musikal itu memasang nama Ria Probo dan Dona Arsinta. Baik pentas teater maupun film ini diadaptasi dari novel karya Ita Sembiring berjudul sama.
Charles mengatakan, film ini dibuat setelah ia terinspirasi kisah nyata yang dibeberkan seorang ibu pengidap HIV di sebuah acara televisi. Ibu itu mengupas perjuangannya membesarkan anak di tengah terpaan label buruk yang menempel pada dirinya.
Film ini diproduksi oleh Magma Entertainment bekerja sama dengan Keuskupan Agung Jakarta yang memiliki wadah Komunitas Sahabat Positif HIV. Seluruh hasil penjualan film ini, menurut Charles, akan disumbangkan kepada Komunitas Sahabat Positif HIV.

sumber : www.kompas.com

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia

10 Universitas Swasta Terbaik di Indonesia


TeSCA, Senin 4 Agustus 2014
Di antara dominasi universitas negeri menjadi lembaga pendidikan tinggi paling bergengsi di Indonesia, universitas swasta membuktikan sanggup bersaing sangat ketat untuk meraih posisi terunggul.

Berikut ini adalah 10 universitas swasta terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan yang disusun oleh Webometrics tahun 2013:

1. Universitas Gunadarma (posisi 10 nasional, peringkat 1.302 dunia)
Universitas Gunadarma mulai berdiri sebagai Pusat Pendidikan Ilmu Komputer pada 7 Agustus 1981. Saat ini universitas memiliki enam fakultas: Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Teknologi Industri, Ekonomi, Teknik Sipil dan Perencanaan, Psikologi, dan Sastra.

2. Universitas Kristen Petra (posisi 12 nasional, peringkat 1.590 dunia)

Universitas Kristen Petra memiliki 7 fakultas, dan 25 program dan program studi. Kampus yang berlokasi di Surabaya ini juga dikenal memiliki reputasi yang membanggakan di bidang jumlah publikasi ilmiah.

3. Universitas Islam Indonesia (posisi 13 nasional, peringkat 1.601 dunia)
Awalnya, UII memiliki empat fakultas: Fakultas Agama, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan, dan Fakultas Ekonomi, yang mulai beroperasi pada Juni 1948. Sekitar tujuh bulan kemudian, UII terpaksa ditutup akibat agresi militer Belanda. Kini UII memiliki delapan fakultas dengan berbagai lima program diploma tiga, 22 program sarjana, tiga program profesi, delapan program master, dan tiga program doktor serta lembaga-lembaga pendukung.

4. Universitas Pendidikan Indonesia/UPI (posisi 14 nasional, peringkat 1.622 dunia)

Universitas Pendidikan Indonesia didirikan pada tanggal 20 Oktober 1954 di Bandung, diresmikan oleh Menteri Pendidikan Pengajaran Mr. Muhammad Yamin. Semula bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG), kini  berkembang menjadi tujuh fakultas dan dua sekolah (sekolah pascasarjana dan sekolah laboratorium).

5. Universitas Bina Nusantara/Binus (posisi 16 nasional, peringkat 1.763 dunia)
Berdiri pada 21 Oktober 1974, Binus telah berkembang menjadi salah satu universitas swasta terbaik di Indonesia, yang menawarkan program studi mulai dari D3 hingga S3.

6. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta/UMY (posisi 17 nasional, peringkat 1.802 dunia)
Universitas yang berlokasi di Kota Yogyakarta ini menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri, meliputi Korea University, Universiti Sains Malaysia, Flinders University.

7. Universitas Mercu Buana/UMB (posisi 18 nasional, peringkat 1.830 dunia)
Universitas yang didirikan oleh pengusaha H. Probosutedjo ini resmi beroperasi sejak 1985. Saat ini UMB memiliki 11 fakultas, termasuk program D3, S1, dan profesi.

8. Universitas Muhammadiyah Malang/UMM (posisi 21 nasional, peringkat 1.947 dunia)
Memiliki 26.171 mahasiswa, yang mayoritas merupakan mahasiswa sarjana. Universitas ini memiliki 96 mahasiswa asing, dengan total 48 jurusan, termasuk 2 program doktor, 7 pascasarjana, dan 34 jurusan S1.

9. STISI Telkom/Universitas Telkom (posisi 24 nasional, peringkat 2.127 dunia)
Merupakan sekolah tinggi informasi terbaik di Indonesia. Universitas Telkom diluncurkan pada 31 Agustus 2013, sebagai gabungan dari empat entitas perguruan tinggi yang berada di bawah Yayasan Pendidikan Telkom (YPT); Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, STISI Telkom, dan Politeknik Telkom.

10. Universitas Muhammadiyah Surakarta/UMS (posisi 28 nasional, peringkat 2.394 dunia)
Universitas Muhammadiyah Surakarta saat ini memiliki 11 Fakultas, 44 Program Studi Diploma sampai Doktoral, 2 Program Double Degree International, 8 Program Kelas Internasional, 4 Twinning Program dan 4 Program Profesi, memiliki 23.357 mahasiswa diploma dan strata 1, serta 4.211 mahasiswa pascasarjana. 

sumber : http://tescaindonesia.org/content/news/10-best-private-universities-in-indonesia/read

Demi Cuadrado, Chelsea Siap Lepas 2 Pemain

Demi Cuadrado, Chelsea Siap Lepas 2 Pemain

 
AFP PHOTO / EITAN ABRAMOVICH Gelandang Fiorentina asal Kolombia, Juan Cuadrado.
LONDON, KOMPAS.com - Chelsea dikabarkan Sky Sports telah menyepakati nilai transfer untuk pemain sayap Fiorentina Juan Cuadrado, yaitu sejumlah 23,33 (sekitar Rp 448 miliar) ditambah bonus sehingga nilainya sesuai dengan nilai klausul buy-out Cuadrado yang bernilai 26,34 juta poundsterling (sekitar Rp 506 miliar). Kesepakatan ini diyakini bisa membuat Andre Schuerrle dan Mohamed Salah pergi dari Stamford Bridge.
Sebagai bagian dari negosiasi Cuadrado, Fiorentina disebut mengajukan proposal pinjam untuk pemain Chelsea Mohamed Salah untuk masa 18 bulan. Pelatih Chelsea Jose Mourinho disebut menginginkan kepastian transfer Cuadrado selesai sebelum pertandingan melawan Manchester City, akhir pekan ini.
Chelsea disebut ingin merekrut Cuadrado untuk mengantisipasi kepergian Andre Schuerrle. Schuerrle disebut-sebut bakal bergabung dengan Wolfsburg pada bursa transfer Januari ini, dengan nilai transfer lebih dari 20 juta poundsterling (sekitar Rp 384 miliar). Schuerrle diyakini telah mencapai kesepakatan personal dengan Wolfsburg.
Dengan menjual Schuerrle dan melepas Salah sebagai konsekuensi keputusan merekrut Cuadrado, Chelsea telah mengurangi beban anggaran transfer dan gaji dan dengan begitu mengurangi potensi melanggar Financial Fair Play.

sumber :  http://bola.kompas.com/read/2015/01/30/1940202/Demi.Cuadrado.Chelsea.Siap.Lepas.2.Pemain

Pak Polisi, Berapa Sih Sebenarnya Biaya Perpanjangan SIM?

Pak Polisi, Berapa Sih Sebenarnya Biaya Perpanjangan SIM?

 
Kompas.com/Oik Yusuf Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM)

 KOMPAS.com — Jam sudah menunjukkan hampir pukul 10.00 ketika Dika (30), warga Duren Sawit, tiba di depan Museum Markas Besar Polri di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Hari ini, Jumat (30/1/2015), Dika berencana memperpanjang surat izin mengemudi (SIM) golongan C miliknya melalui pelayanan mobil keliling milik Samsat Jakarta sebelum berangkat ke kantor.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya di akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, hari ini, layanan mobil keliling untuk kawasan Jakarta akan mangkal di Museum Mabes Polri.

Dika menyangka sudah kesiangan karena pelayanan biasanya dimulai pukul 08.00. Terlebih lagi, ini hari Jumat. Namun, ternyata dia tak perlu menunggu lama karena hanya ada satu orang yang sedang mengurus perpanjangan SIM.

Setelah menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP), Dika pun diminta mengisi formulir, lalu naik ke atas mobil untuk proses selanjutnya, termasuk foto, cap jari, dan tanda tangan.

"Jadinya super-cepat, sekitar lima menit, karena cuma ada satu orang yang antre di depan saya. Bayarnya yang bikin dongkol, Rp 135.000," kata Dika.

Dia protes karena tarif perpanjangan SIM yang dikenakan kepadanya maupun orang sebelumnya tidak sesuai dengan PP Nomor 50 Tahun 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia yang pernah dibacanya.

Dalam peraturan pemerintah itu, tarif perpanjangan SIM C hanya sebesar Rp 75.000.

Dika mengaku sempat berdebat dengan seorang polisi bernama M Sholeh yang bertindak sebagai penanggung jawab di mobil itu. Saat itu, selain Dika dan si polisi, ada satu lagi asisten yang bertugas melayani langsung orang yang datang, seperti mengetik, memotret, dan mencetak SIM baru.

"Saya tanya, kok jadi Rp 135.000. Di peraturan cuma Rp 75.000, teman saya bilang kemarin Rp 110.000. Pak, berapa sih sebenarnya biaya perpanjangan SIM?" tanya Dika.

Biaya tes kesehatan dan asuransi

Si polisi yang sedang asyik membubuhkan tanda tangan di sejumlah lembaran kertas mengatakan bahwa tarif Rp 75.000 yang ada di PP No 50 Tahun 2010 itu adalah tarif dasar. Sisanya Rp 60.000 adalah tambahan untuk dua pos lain.

"Rp 30.000 untuk biaya tes kesehatan. Sebenarnya ada tes lho, tetapi karena ini di mobil SIM keliling jadi di-skip tesnya. Sisanya, Rp 30.000 lagi untuk asuransi. Saya bilang, 'orang saya enggak ikut tes kesehatan masak dikenakan juga'," kata Dika menirukan ucapan si polisi.

Komposisi tarif serupa juga dikenakan kepada Ayus (33), warga Kebon Jeruk, saat memperpanjang SIM C miliknya di Satpas Polda Metro Jaya, Sabtu, 24 Januari lalu. Ayus mengatakan, dia juga diwajibkan untuk membayar biaya tes kesehatan dan asuransi.

Saat itu, hanya ada tes ketajaman mata. Semenit pun tak sampai, ungkap Ayus. Total, dia membayar Rp 130.000.

"Setelah masuk, bayar tes kesehatan Rp 25.000, bayar di loket bank Rp 75.000, bayar asuransi Rp 30.000, lalu ambil dan isi formulir, serahkan ke loket, ke ruang foto, terus ambil SIM. Semuanya dalam waktu sekitar 15 menit," kata Ayus.

Dia juga keluar dengan SIM dan kartu asuransi di tangan tanpa kuitansi atau slip tanda terima.

Mana tarif yang benar?

Ayus mengaku, sebelum berangkat, dia sudah berselancar di internet dan membaca berbagai artikel di blog dan forum tentang biaya perpanjangan SIM C sehingga sudah siap dengan tarif sebesar Rp 130.000. Namun, dia juga mengaku sudah mengetahui tarif resmi sebesar Rp 75.000.

"Tetapi, ya itu. Enggak tahu apakah tes kesehatan dan asuransi itu wajib atau tidak. Tentunya kalau ternyata tes kesehatan dan asuransi itu tidak wajib, aku merasa keblondrok-lah (membayar kemahalan)," ujarnya.

Sementara itu, Dika mengaku sempat berdebat dengan si polisi saat diberi tahu harus membayar tarif sebesar Rp 135.000. Saat itu, si polisi mengajukan opsi membayar Rp 105.000 tanpa asuransi.

"Tetapi, si bapak terus ngoceh tentang pentingnya asuransi itu. Asistennya sempat cari tukaran uang ke luar lalu kembali lagi ke atas mobil dan menutup pintu. Entah apa maksudnya," kata Dika.

Dia juga mengatakan sempat melihat tumpukan slip tanda terima bercapkan tulisan, "Biaya perpanjangan SIM Rp 75.000". Dia lalu meminta agar si polisi memberikan slip tanda terima yang merinci Rp 135.000. Sebab, jumlah itu hampir dua kali lipat dari tarif resmi yang tercantum dalam PP No 50 Tahun 2010.

"Dia cuma bilang, kami di sini tidak bisa mengeluarkan slip. Lalu, dia bilang bahwa tidak mungkin mereka bohong, semua rincian biaya sudah sesuai aturan," ujar Dika.

Citra (27), warga Tangerang, juga mengaku tak tahu bahwa dia harus membayar biaya perpanjangan SIM A miliknya pada tahun 2013 sampai di antrean di layanan mobil keliling di kawasan Kunciran, Tangerang. Dari hasil bertanya, dia akhirnya tahu harus membayar sekitar Rp 130.000.

"Sebelum datang memang sempat tanya-tanya. Kan ada kayak petugas di luar mobil keliling. Nah aku waktu itu tanya, 'berapa sih Mas kira-kira?'. Dia bilang '130-an Mbak'. Terus ngobrol-ngobrol sama orang yang nunggu, mereka juga bilang bayar segitu," kata Citra.

Bedanya, Citra menerima kuitansi yang bisa dibawanya pulang. Namun, tidak ada rincian mengenai biaya Rp 130.000 itu.

Dia pun akhirnya baru tahu bahwa ada peraturan yang mengatur tentang tarif resmi melalui PP No 50 Tahun 2010. Menurut peraturan itu, biaya perpanjangan SIM A hanya Rp 80.000.

"Sudah terbiasa dengan akal-akalan mereka (polisi), jadi merasa harga segitu memang harga resmi. Aku enggak tahu ada peraturan dan ketetapan harga perpanjang SIM itu berapa. Kalau aku celik hukum dan tahu kalau ada ketetapan segitu pasti kemarin-kemarin gondok juga," kata dia.

Citra juga bercerita bahwa rekan kantornya juga dikenakan biaya sebesar Rp 200.000 saat memperpanjang SIM A pada tahun 2012. Citra dan temannya tidak pernah tahu berapa tarif untuk memperpanjang SIM yang resmi.

Jadi, Pak Polisi, berapa sih sebenarnya biaya perpanjangan SIM yang resmi?



sumber :  http://megapolitan.kompas.com/read/2015/01/31/08030031/Pak.Polisi.Berapa.Sih.Sebenarnya.Biaya.Perpanjangan.SIM.

Presiden Jokowi: Kita Tidak Mau Lagi Impor Beras, Gula dan Kedelai

Presiden Jokowi: Kita Tidak Mau Lagi Impor Beras, Gula dan Kedelai

 
Tribun Pontianak/Destriadi Yunas Jumasani Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan kata sambutan dalam peresmian Masjid Raya Mujahidin Kalbar, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (20/1/2015).

Dalam dialog di Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, tersebut Presiden menyampaikan masalah swasembada pangan yang harus terwujud dalam tiga tahun ke depan.

"Kita tidak mau lagi impor beras, gula dan kedelai. Tidak lagi, makanya produksi harus dinaikkan," kata Presiden Jokowi.

Ia juga menyampaikan masalah distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat dibutuhkan petani.

"Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang. Makanya lama. Dan, sekarang tidak lagi. Jangan main-main dengan pupuk dan benih saat ini," katanya.

Menurut dia, untuk mewujudkannya, pemerintah akan memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, da irigasi.

Untuk tahun ini pemerintah akan memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektar, bantuan benih jagung seluas 98.000 hektar dan kedelai 70.000 hektar.

"Saya minta semua pihak, mulai dari kementerian sampai petani harua bekerja sama mewujudkannya," kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke sejumlah tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Sabtu. Didampingi Ibu Negara Iriana, Presiden akan menemui para petani.

Adapun, kunjungan Jokowi ke Ngawi dalam rangka untuk membagikan alat pertanian berupa 852 unit traktor tangan, 377 unit pompa air, dan melihat pengerukan sedimentasi dam. Kegiatan tersebut guna mempercepat program swasembada pangan yang ditargetkan hingga tiga tahun ke depan.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim, Pangdam Brawijaya, pejabat Pemkab Ngawi, dan Forpimda kabupaten/kota sekitar Ngawi.


sumber :  http://regional.kompas.com/read/2015/01/31/11525551/Presiden.Jokowi.Kita.Tidak.Mau.Lagi.Impor.Beras.Gula.dan.Kedelai

Ronaldo bertingkah bodoh!

Kena Kartu Merah, Begini Sanksi Yang Diterima Cristiano Ronaldo

Kena Kartu Merah, Begini Sanksi Yang Diterima Cristiano Ronaldo
Crhistiano Ronaldo (kostum hitam no 7) menendang bek Cordoba Edimar (kiri), pada pertandingan Primera Division, di Nuevo Arcangel, Cordoba, Sabtu (24/1/2015). 
MADRID, TRIBUNJABAR.CO.ID - Bintang lapangan hijau Cristiano Ronaldo dipastikan absen saat Real Madrid lawan Real Sociedad (31/1/2015) nanti. Begitupun pada saat Madrid lawan Sevilla (4/2/2015) mendatang. Meskipun pada kedua laga itu bakal berlangsung di Santiago Bernabeu. Ronaldo baru bisa kembali bermain kembali saat Madrid bertandang ke kandang Atletico Madrid pada (7/2/2015).
Penyerang skuat Real Madrid ini dijatuhi larangan sebanyak dua pertandingan karena kartu merah yang diterimanya pada saat laga melawan Cordoba, akhir pekan lalu. Hal itu dilansir Marca pada Rabu (28/1/2015).
Ronaldo menendang bek Cordoba, Edibar, di kotak penalti tuan rumah pada menit ke-82. Akibat tindakan itu, Ronaldo menerima kartu merah dari wasit Alejandro Hernandez.
Pemain bernomor punggung 7 ini merupakan tumpuan Madrid dalam beberapa musim terakhir. Pada musim ini saja, Ronaldo sudah mencetak 28 gol dari 18 pertandingan di pentas Primera Division.